Minggu, 22 Mei 2016

kelenjar paratiroid



BAB I
PENDAHULUAN



A.     Latar Belakang
Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. Namun, letak masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi, jaringan paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum.
Setiap kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter, lebar 3 milimeter, dan tebalnya dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman. Kelenjar paratiroid orang dewasa terutama terutama mengandung sel utama (chief cell) yang mengandung apparatus Golgi yang mencolok plus retikulum endoplasma dan granula sekretorik yang mensintesis dan mensekresi hormon paratiroid (PTH). Sel oksifil yang lebih sedikit namun lebih besar mengandung granula oksifil dan sejumlah besar mitokondria dalam sitoplasmanya Pada manusia, sebelum pubertas hanya sedikit dijumpai, dan setelah itu jumlah sel ini meningkat seiring usia, tetapi pada sebagian besar binatang dan manusia muda, sel oksifil ini tidak ditemukan.Fungsi sel oksifil masih belum jelas, sel-sel ini mungkin merupakan modifikasi atau sisa sel utama yang tidak lagi mensekresi sejumlah hormon.

B.     Rumusan Masalah
Secara garis besar, masalah  yang kami rumuskan adalah sebagai berikut :
1.   Apakah kelenjar paratiroid itu?
2.   Bagaimana mekanisme kerja kelenjar paratiroid?
3.   Apa dan bagaimana fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar paratiroid?
4.   Apa efek hormon paratiroid?
5.   Apa yang terjadi jika kelenjar paratiroid tidak berfungsi normal?

C.     Tujuan
Makalah ini dimasukkan sebagai pedoman, agar mahasiswa mengetahui tentang kelenjar paratiroid, fungsi hormon yang dihasilkan dan penyakit yang ditimbulkan jika kelenjar tersebut tak berfungsi normal.
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Definisi
Kelenjar Paratiroid adalah sebuah kelenjar endokrin dileher yang memproduksi hormon paratiroid. Manusia biasanya mempunyai empat kelenjar paratiroid, yang biasanya terdapat dibagian belakang dari pada kelenjar tiroid atau kelenjar yang dekat dengan kelenjar tiroid, sehingga disebut dengan kelenjar “Paratiroid”, atau dikasus yang langka, didalam kelenjar tiroid itu sendiri atau didalam dada. Hormon paratiroid mengontrol jumlah kalsium didarah dan didalam tulang. Hormon paratiroid bisa menurun sangat rendah pada pasien post operasi pada pengangkatan kelenjar tiroid karena ikut terangkatnya kelenjar paratiroid yang akibatnya adalah penurunan kadar kalsium dalam darah hipokalsemia. Hormon paratiroid mengakibatkan : peningkatan reabsorpsi kalsium dari tulang,  peningkatan reabsorpsi diginjal, peningkatan absorpsi kalsium disaluran cerna oleh vitamin D. Namun peningkatan hormon paratiroid juga mengakibatkan penurunan kadar fosfat dalam darah, karena hormon ini meningkatkan sekresi dalam darah.
B.  Anatomi dan Fisiologi
1.    Anatomi
Kelenjar paratiroid tumbuh dari jaringan endoderm, yaitu sulcus pharyngeus ketiga dan keempat. Kelenjar paratiroid yang berasal dari sulcus pharyngeus keempat cenderung bersatu dengan kutub atas kelenjar tiroid yang membentuk kelenjar paratiroid dibagian kranial. Kelenjar yang berasal dari sulcus pharyngeus ketiga merupakan kelenjar paratiroid bagian kaudal, yang kadang menyatu dengan kutub bawah tiroid. Akan tetapi, sering kali posisinya sangat bervariasi. Kelenjar paratiroid bagian kaudal ini bisa dijumpai pada posterolateral kutub bawah kelenjar tiroid, atau didalam timus, bahkan berada dimediastinum. Kelenjar paratiroid kadang kala dijumpai di dalam parenkim kelenjar tiroid. (R. Sjamsuhidajat, Wim de Jong,2004, 695). Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. Namun, letak masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi, jaringan paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum. Setiap kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter, lebar 3 milimeter, dan tebalnya dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman.
Kelenjar paratiroid orang dewasa  terutama mengandung sel utama (chief cell) yang mengandung apparatus Golgi yang mencolok plus retikulum endoplasma dan granula sekretorik yang mensintesis dan mensekresi hormon paratiroid (PTH). Sel oksifil yang lebih sedikit namun lebih besar mengandung granula oksifil dan sejumlah besar mitokondria dalam sitoplasmanya. Pada manusia, sebelum pubertas hanya sedikit dijumpai, dan setelah itu jumlah sel ini meningkat seiring usia, tetapi pada sebagian besar binatang dan manusia muda, sel oksifil ini tidak ditemukan. Fungsi sel oksifil masih belum jelas, sel-sel ini mungkin merupakan modifikasi atau sisa sel utama yang tidak lagi mensekresi sejumlah hormon.
2.    Fisiologi
Kelenjar paratiroid mengeluarkan hormon paratiroid (parathiroid hormone, PTH) yang bersama-sama dengan Vit D3, dan kalsitonin mengatur kadar kalsium dalam darah. Sintesis PTH dikendalikan oleh kadar kalsium plasma, yaitu dihambat sintesisnya bila kadar kalsium tinggi dan dirangsang bila kadar kalsium rendah. PTH akan merangsang reabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal, meningkatkan absorbsi kalsium pada usus halus, sebaliknya menghambat reabsorbsi fosfat dan melepaskan kalsium dari tulang. Jadi PTH akan aktif bekerja pada tiga titik sasaran utama dalam mengendalikan homeostasis kalsium yaitu di ginjal, tulang dan usus. (R. Sjamsuhidayat, Wim de Jong, 2004, 695).

Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. Namun, letak masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi, jaringan paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum. Setiap kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter, lebar 3 milimeter, dan tebalnya dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dan fosfor didalam darah dan tulang.
Fungsi kelenjar paratiroid
1. Memelihara kosentrasi ion kalsium yang tetap pada plasma.
2. Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal, mempunyai efek terhadap reabsorbsi hormontubuler dari kalsium dan sekresi fosfor
3. Mempercepat absorbsi kalsium di intestinal.
4. Jika pemasukan kalsium berkurang, hormon paratiroid menstimulasi reabsorsi tulang sehingga menambah kalsium dalam darah.
5. Dapat menstimulasi dan mentransportasi kalsium dan fosfat melalui membran sel.

                          
Kelenjar paratiroid sulit untuk ditemukan selama operasi tiroid karena kelenjar paratiroid sering tampak sebagai lobulus yang lain dari kelenjar tiroid. Dengan alasan ini, sebelum manfaat dari kelenjar ini diketahui, pada tiroidektomi total atau subtotals sering berakhir dengan pengangkatan paratiroid juga.
Pengangkatan setengah bagian kelenjar paratiroid biasanya menyebabkan sedikit kelainan fisiologik. Akan tetapi, pengangkatan tiga atau empat kelenjar normal biasanya akan menyebabkan hipoparatiroidisme sementara. Tetapi bahkan sejumlah kecil dari jaringan paratiroid yang tinggal biasanya sudah mampu mengalami hipertrofi dengan cukup memuaskan sehingga dapat melakukan fungsi semua kelenjar. Kelenjar paratiroid orang dewasa terutama terutama mengandung sel utama (chief cell) yang mengandung apparatus Golgi yang mencolok plus retikulum endoplasma dan granula sekretorik yang mensintesis dan mensekresi hormon paratiroid (PTH). Sel oksifil yang lebih sedikit namun lebih besar mengandung granula oksifil dan sejumlah besar mitokondria dalam sitoplasmanya. Pada manusia, sebelum pubertas hanya sedikit dijumpai, dan setelah itu jumlah sel ini meningkat seiring usia, tetapi pada sebagianbesar binatang dan manusia muda, sel oksifil ini tidak ditemukan.
Fungsi sel oksifil masih belum jelas, sel-sel ini mungkin merupakan modifikasi atau sisa sel utama yang tidak lagi mensekresi sejumlah hormon.
C.     Mekanisme Kerja Kelenjar Paratiroid
Di dalam melaksanakan kerjanya, kelenjar paratiroid diatur dan diawasi secara langsung oleh kelenjar hipofisis. PTH adalah konsentrasi ion-ion kalsium yang terdapat didalam cairan ekstraseluler. Produksi PTH akan meningkat apabila kadar kalsium didalam plasma menurun. Didalam keadaan fisiologis normal, kadar kalsium dalam plasma berada dalam pengawasan hoemostatik dalam batas yang sangat sempit. Pengawasan ini dipengaruhi oleh perubahan diet setiap hari dan pertukaran mineral antara tulang dengan darah.
Kelenjar Paratiroid mengeluarkan hormon paratiroid. Hormon paratiroid  adalah suatu hormon peptida yang disekresikan oleh kelenjar paratiroid, yaitu empat kelenjar kecil yang terletak di permukaan belakang kelenjar tiroid Hormon Paratiroid bersama-sama dengan vitamin D dan kalsitonin mengatur kadar kalsium dalam darah. Sintesis paratiroid hormon dikendalikan oleh kadar kalsium plasma, yaitu dihambat sintesisnya bila kadar kalsium tinggi dan dirangsang bila kadar kalsium rendah.
Seperti aldosteron, hormon paratiroid esensial untuk hidup. Efek keseluruhan Hormon paratiroid adalah meningkatkan konsentrasi kalsium dalam plasma dan mencegah hipokalsemia. Apabila Hormon paratiroid sama sekali tidak tersedia, dalam beberapa hari individu yang bersangkutan akan meninggal, biasanya akibat asfiksia yang ditimbulkan oleh spasme hipokalsemik otot-otot pernapasan. Melalui efeknya pada tulang, ginjal, dan usus hormon paratiroid meningkatkan kadar kalsium plasma apabila kadar elektrolit ini mulai turun sehingga hipokalsemia dan berbagai efeknya secara normal dapat dihindari. Hormon ini juga bekerja menurunkan konsentrasi fosfat plasma.
Hormon Paratiroid dan Hormon Tiroid-hubungan protein (PTHrP) merupakan hormon yang mengontrol kesetimbangan kalsium dan fosfor. Dua reseptor telah diidentifikasi bentuk ikatan hormon paratirid dengan tiroid adalah PTHrP.
Tipe I reseptor hormon paratiroid: ikatan kedua hormon paratiroid dan gugus amino terminal senyawa peptida PTHrP. Molekul ini adalah G protein-reseptor coupled dengan 7 segmen transmembran. Bagian ekstraselular mempunyai 6 residu sistein. Ikatan ligan untuk reseptor ini aktivitasnya oleh adenylyl cyclase dan sistem phospholipase C, diturunkan oleh sinyal protein kinase A dan protein kinase c. Jalur siklik AMP lebih dominan.
Kemungkinan peryataan akan aksi hormon paratiroid, penandaan mRNA sebagai reseptor tipe I dengan penyebaran yang luas dalam tulang dan ginjal. Senyawa mRNA juga dinyatakan pada kadar yang rendah dalam banyak jaringan, kemungkinannya pada reseptor untuk PTHrP.
Tipe II reseptor hormon paratiroid: Ikatan hormon paratiroid, ditunjakan sebagai bentuk yang sangat lambat untuk PTHrp. Molekul ini diekspresikan hanya dalam jumlah yang kecil dari jaringan-jaringan, dan bentuknya atau sifat fisiologiknya berbeda nyata walaupun dengan karakteristik yang kecil. Seperti pada reseptor tipe I, juga dalam bentuk ikatan dengan adenylyl cyclase dan induksi ikatan ligan yang meningkat konsentrasi intraseluler untuk siklik AMP.
Adapun Mekanisme Kerja Hormon Paratiroid adalah
PTH meningkatkan  plasma dengan menarik  dari bank tulang. Sepanjang hidup PTH menggunakan tulang sebagai “bank” untuk menarik  sesuai kebutuhan agar kadar plasma dapat dipertahankan. Hormon paratiroid memiliki dua efek besar pada tulang yang meningkatkan konsentrasi  plasma. Pertama, hormon ini memicu efluks cepat  kedalam plasma dari cadangan labil  yang jumlahnya terbatas dicairan tulang. Kedua, dengan rangsang disolusi tulang, hormon ini mendorong pemindahan dan  secara perlahan dari cadangan stabil mineral tulang didalam tulang itu sendiri kedalam plasma. Akibatnya, remodeling didalam tulang bergeser kearah reabsorpsi tulang dibandingkan pengendapan tulang.  
Efek langsung PTH adalah mendorong pemindahan  dari cairan tulang kedalam plasma. Sebagian besar tulang tersusun membentuk unit-unit osteon, yang masing-masing terdiri dari satu kanalis sentralis yang dikelilingi oleh lamela yang tersusun konsentrik. Lamela adalah lapisan osteosit yang terkubur dalam tulang yang diendapkan disekitar eskosit-eskosit tersebut. Osteon biasanya berjalan sejajar dengan sumbu panjang tulang. Pembuluh darah menembus tulang dari permukaan luar atau rongga sumsum dan berjalan melalui kanalis sentralis. Osteoblas terdapat disepanjang permukaan luar tulang dan disepanjang permukaan dalam yang melapisi kanalis sentralis. Osteoklas juga terdapat di permukaan tulang yang sedang mengalami resorpsi. Osteoblas permukaan dan osteosit yang terkubur tersebut dihubungkan oleh anyaman ekstensif saluran-saluran halus berisi cairan-cairan, kanalikulus, yang memungkinkan pertukaran bahan osteosit yang terperangkap tersebut dan sirkulasi. Saluran halus ini mengandung juluran panjang halus dari osteosit dan osteoblas yang berhubungan satu samalain, seolah olah sel sel tersebut saling berpegangan tangan. Anyaman sel ini disebut membran tulang.
Pada kondisi hipokalsemia kronik, PTH mempengaruhi pertukaran lambat  antara tulang itu sendiri dan CES dengan mendorong disolusi lokal tulang. Hormon melakukannya dengan merangsang osteoklas untuk menelan tulang, meningkatkan pembentukan lebih banyak osteoklas dan secara transien menghambat aktivitas osteobla. Tulang mengandung sedemikian banyak  dibandingkan dengan plasma sehingga meskipun PTH mendorong peningkatan resorpsi tulang, tidak akan terlihat efek nyata yag segera pada tulang karena proporsi tulang yang terkena amatlah kecil.  yang diambil dari tulang, nantinya akan diendapkan kembali dalam tulag ketika konsentrasi dalam plasma darah cukup. Namun, sekresi berlebihan PTH yag terus menerus akhirnya menyebabkan terbentuknya rongga diseluruh tulang yang terisi oleh osteoklas yang banyak. Ketka PTH mendorong larutnya ktrisal  ditulang untuk mengambul kandungan  nya, baik  maupun  dibebaskan kedalam plasma. Peningkatan  plasma merupakan hal yang tidak diinginkan, tetapi dapat diatasi dengan pengaruh PTH terhadap ginjal.
PTH bekerja pada ginjal untuk menghemat  dan mengeluarkan . PTH merangsang konservasi  dan mendorong eliminasi  oleh ginjal selama pembentuka urin. Dibawah pengaruh PTH, ginjal dapat meningkatkan reabsorpsi  yang terfiltrasi sehingga  yang lolos ke urin lebih sedikit. Efek ini meningkatkan kadar plasma dan menurunkan pengeluaran  diurin. Sebaliknya, PTH menurunkan reabsorpsi sehingga sekresi  diurin meningkat. Akibatnya, PTH menurunkan kadar  bersamaan dengan meningkatnya kadar  . Ini sangat penting untuk mencegah pengendapan   yang dibebaskan dari tulang agar produk kalium fosfat konstan. Olehkaren itu PTH bekerja pada ginjal untuk menurunkan reabsorpsi  oleh tubulus ginjal. Efek penting PTH pada ginjal lainnya adalah pengaktifan vitamin D oleh ginjal untuk mencegah terjadinya difisiensi vitamin D.
Konsekuensi utama defisiensi vitamin D adalah gangguan penyerapan diusus. PTH mempertahankannya dengan mengorbankan tulang. Akibatnya matriks tulang mengalami mineralisasi karena tidak tersedia garam-garam  untuk diendapkan. Akibatnya tulang menjadi lunak dan berubah bentuk yang dikenal sebagai rakhitis. 
Secara tidak langsung, PTH mendorong penyerapan dan   oleh usus halus dengan membantu mengaktifkan vitamin D. Vitamin ini sebaliknya secara langsung meningkatkan penyerapan dan   diusus halus. 

Kekurangan atau Kelebihan sekresi PTH
§  Hipersekresi PTH atau hiperparatiroidisme yaitu tumor pada kelenjar yang menyebabkan kesimbangan distribusi kalsium terganggu, yang akibatnya tulang menjadi keropos dan kalsium diendapkan di ginjal.
§  Hiposekresi PTH atau hipoparatiroidisme menyebabkan kekuranga kalsium dalam darah (hiokalsemia) yang menyebabkan tetani dengan gejala kejag-kejang.

         


D.     Hormon pada kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid/parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur : absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium oleh ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang.
 Fungsi utama hormon paratiroid adalah meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Hal ini tercapai dengan meningkatkan secara tidak langsung jumlah kalsium yang diabsorbsi pada usus halus dan mereabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal. Jika sumber ini memberikan suplai yang tidak adekuat, maka hormon paratiroid menstimulasi osteoklas (sel penghancur tulang) dan resorpsi kalsium dari tulang.
Terdapat tiga hormon yang mengatur konsentrasi kalsium (dan secara bersamaan mengatur fosfat) dalam plasma. Salah satunya adalah hormon paratiroid. PTH, yang sekresinya secara langsung ditingkatkan oleh penurunan konsentrasi kalsium plasma, bekerja pada tulang, ginjal dan usus untuk meningkatkan konsetrasi kalsium plasma. Efek tersebut esensial untuk kehidupan karena mencegah akibat fatal hipokalsemia.
Dengan kata lain, PTH akan merangsang reabsorbsi kalsium pada tubulus ginjal, meningkatkan absorbsi kalsium pada usus halus, sebaliknya menghambat reabsorbsi fosfat dan melepaskan kalsium dari tulang. Jadi PTH akan aktif bekerja pada tiga titik sasaran utama dalam mengendalikan homeostasis kalsium yaitu di ginjal, tulang dan usus.

E.     Efek Hormon Paratiroid
Parathormon
Tulang
§  Meningkatkan mobilisasi Ca dan P dari tulang ke dalam cairan ekstra sel.
§  Meningkatkan pembentukan tulang.
§  Meningkatkan penghancuran tulang.

Meningkatkan kalsium serum
Saluran pencernaan
§  Merangsang pembentukan vitamin-D.
§  Meningkatkan reabsorbsi tubulus ginjal terhadap Ca dan Mg.
§   Meningkatkan pengeluaran P.HCO3 dan Na.



§  Meningkatkan absorbsi Ca da P dengan bantuan vitamin D.

Ginjal
 


























F.     Gangguan Fungsi Kelenjar Paratiroid
1.        Hiperparatiroidisme
Hiperparatiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar-kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dari biasanya. Hiperparatiroidisme dapat menimbulkan berbagai gejala seperti tulang menjadi rapuh, lemah, dan berbentuk abnormal. Selain itu, kadar ion kalsium yang berlebihan dalam darah dapat masuk ke air seni dan mengendap bersama ion fosfat. Endapan ini dapat membentuk batu ginjal sehingga menyumbat saluran air seni.
Jika jumlah hormon paratiroid yang disekresi lebih banyak dari pada yang dibutuhkan maka ini disebut hiperparatiroidisme primer. Jika jumlah yang disekresi lebih banyak karena kebutuhan dari tubuh maka keadaan ini disebut hiperparatiroidisme sekunder.
a)  Hiperparatiroidisme primer
§  Berkurangnya kalsium dalam tulang sehingga timbul fraktur spontan, sering nyari pada tulang, tumor tulang. Bagian yang sering terkena adalah tulang panjang.
§  Kelainan traktus urinarius : defek (kegagalan) pada tubulus ginjal biasanya reversible (bisa kembali), batu ginjal, kadang-kadang neprokalsinosis (deposisi kalsium dalam nepron)
§  Manifestasi dari sistem saraf sentral (defresi, konfusi dan koma)
§  Kelemahan neuromuskular, tenaga otot berkurang, hipotonik (penurunan tonus) otot, fatigue (hilang tenaga), dan kadang-kadang terjadi aritmia kardiak.
§  Manifestasi gastrointestinal : kurang nafsu makan, nausea, muntah (vomitus) dan konstipasi.
b)  Hiperparatiroidisme sekunder
§  Pada penyakit ini terdapat hiperplasia dan hiperfungsi kelenjar paratiroid yang disebabkan : gagal ginjal kronik dan kurang efektifnya PTH pada beberapa penyakit (defisiensi vitamin D dan kelainan gastrointestinal)
2.    Hipoparatiroidisme
            Hipoparatiroidisme adalah gabungan gejala dari produksi hormon paratiroid yang tidak adekuat. Keadaan ini jarang sekali ditemukan dan umumnya sering disebabkan oleh kerusakan atau pengangkatan kelenjar paratiroid pada saat operasi paratiroid atau tiroid, dan yang lebih jarang lagi ialah tidak adanya kelenjar paratiroid (secara kongenital). Kadang-kadang penyebab spesifik tidak dapat diketahui.
Gejala-gejala utama adalah reaksi-reaksi neuromuscular yang berlebihan yang disebabkan oleh kalsium serum yang sangat rendah. Keluhan-keluhan dari penderita (70 %) adalah tetani. tetani = hipertonia otot yang menyeluruhnya ® tremor dan kontraksi spasmodik atau tak terkordinasi yang terjadi dengan atau tanpa upaya untuk melakukan gerakan volunter.
























BAB II
PENUTUP



A.     Kesimpulan
Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferiornya. Namun, letak masing-masing paratiroid dan jumlahnya dapat cukup bervariasi, jaringan paratiroid kadang-kadang ditemukan di mediastinum.

Di dalam melaksanakan kerjanya, kelenjar paratiroid diatur dan diawasi secara langsung oleh kelenjar hipofisis. PTH adalah konsentrasi ion-ion kalsium yang terdapat didalam cairan ekstraseluler. Produksi PTH akan meningkat apabila kadar kalsium didalam  plasma menurun. Didalam keadaan fisiologis normal, kadar kalsium dalam plasma berada dalam pengawasan hoemostatik dalam batas yang sangat sempit. Pengawasan ini dipengaruhi oleh perubahan diet setiap hari dan pertukaran mineral antara tulang dengan darah.
Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid/parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur : absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium oleh ginjal, dan pelepasan kalsium dari tulang.
Bila kelenjar paratirod tidak berfunsi normal, maka akan menyebabkan terjadinya beberapa penyakit yaitu :
1.  Hiperparatiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar-kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dari biasanya.
2.  Hipoparatiroidisme adalah gabungan gejala dari produksi hormon paratiroid yang tidak adekuat.

B.     Saran
Sebagai seorang perawat, kita sebaiknya tahu banyak tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan kelenjar endokrin  karena pengetahuan tersebut  dapat   menjadi   acuan dan bekal   dalam   persiapan   praktik  di   rumah   sakit.



DAFTAR PUSTAKA

Ross and Wilson. (2011). Dasar-Dasar Anatomi dan Fisiologi. Jakarta : Salemba Medika

Sherwood, Lauralee. (2001). Fisiologi Manusia Edisi 2. Jakarta : Buku Kedokteran EGC

Syaifuddin. (2009). Fisiologi Tubuh Manusia Untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 2. Jakarta : Salemba Medika



http://skydrugz.blogspot.com/2012/01/refarat-anatomi-dan-fisiologi.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar